Rabu, 24 Oktober 2012

PODSI Kota Sibolga Dikukuhkan

Ketua Umum Pegprov PODSI Sumut, DR Januari Siregar SH (kanan) saat memberikan surat kepengurusan kepada Ketua Umum Pengcab PODSI Sibolga Priode 2012-2016, Azlinda Hutagalung. 


Sebanyak 33 orang Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kotamadya Sibolga dikukuhkan di Aula Zulkifli Tanjung Mako Lanal Sibolga, Senin 22 Oktober 2012. Pelantikan dan penyerahan pataka dipimpin langsung oleh Ketua Umum PODSI Provinsi Sumatera Utara,  DR Januari Siregar SH MHum.
Pengurus Cabang PODSI Sibolga priode 2012- 2016 yang dikukuhkan antara lain, Ketua Umum Azlinda Hutagalung, Ketua Harian Sabar Situmorang, Sekretaris Umum Letda Laut (L) Susanto RN, Bendahara Andi Safri, serta  dilengkapi bidang-bidang.
Ketum PODSI Sumut, Dr Januari Siregar SH MHum mengatakan, dayung merupakan olahraga prestasi , sikap sportifitas, kejujuran merupakan landasan utama yang diterapkan cabang olahraga dayung. Diharapkan, para pengurus yang dikukuhkan mampu menjalankan tugas mulia ini, sebab mengurusi olah raga dapat membentuk manusia yang berprestasi dan berkarakter. 
"Apalagi Sibolga didukung dengan kondisi wilayah laut yang bagus, sehingga olahraga ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi sebagian besar masyarakatnya juga telah akrab dengan dayung dalam kehidupan sehari-hari," ujar Januari
Walikota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk dalam sambutannya menyambut baik terbentuknya pengurus cabor dayung didaerahnya. Syarfi berharap, kedepannya cabor dayung Kota Sibolga mampu mencetak prestasi daerah, provinsi Sumut hingga prestasi nasional. "Memang membuat prestasi tidak bisa instan. Harus menjalani proses yang panjang. Diperlukan ketekunan dalam berlatih dan disiplin untuk mencapainya," papar Syarfi.
Untuk keseriusan pengurus dayung Kota Sibolga, Pemko Sibolga, tambah Syarfi, telah memberikan bantuan sebanyak 4 unit perahu canoe dan 4 unit perahu naga (dragon boat)."Kita juga merencanakan, dalam perayaan menyambut ulangtahun Kota Sibolga ke 312, Maret 2013 mendatang, akan menyelenggarakan lomba dayung bertaraf internasional. Kita berharap melalui even tersebut, Sibolga lebih dikenal. Kalau biasanya kita di undang oleh negara lain, untuk even ini kita akan mengundang mereka," pungkas Syarfi.
Hadir pada pengukuhan Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kotamadya Sibolga tersebut, Sekum PODSI Sumut, Drs Jon Poltak Purba, Danlanal Sibolga, Ketua KONI Sibolga, Jonggi Manurung serta undangan undangan lainnya. (Anoel)



Sabtu, 21 Juli 2012

PODSI Samosir Priode 2012-2016 Dilantik



Ketua Umum PODSI Sumut Dr Januari Siregar SH M Hum saat memberikan kata sambutan di pelantikan pengurus PODSI Kabupaten Samosir




Salah satu bentuk upaya dalam menatap serta memantapkan prestasi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sumatera Utara, Sabtu (21/7) Pengurus Kabupaten (Pengkab) PODSI Samosir Priode 2012 - 2016 resmi dilantik di Dainang Hotel, Pangururan. Pelantikan dan pengukuhan langsung dilakukan Ketua Umum (Ketum) PODSI Sumatera Utara Dr Januari Siregar SH M Hum.
Dalam sambutannya Ketum PODSI Sumut mengingatkan, Kabupaten Samosir memiliki potensi alam yang sangat luarbiasa untuk olahraga dayung, apalagi ditambah dayung juga merupakan olahraga kultur asli Budaya Batak yang memiliki "Solu Bolon". "Saya yakin dengan figur-figur pengurus PODSI Samosir yang dilantik ini, kedepannya dapat membawa nama Indonesia secara umum dan Samosir secara khusus untuk  kembali membangkitkan olahraga dayung di daerah ini," kata Januari.
Sementara Bupati Samosir, Ir Mangindar Simbolon berharap pengembangan olahraga dayung kembali bergairah dan menghasilkan prestasi di daerahnya,melalui pengurus yang dilantik."Kalian harus bersinergi untuk memajukan olahraga ini. Tak ada alasan kalau olahraga dayung tidak maju didaerah ini," ujar Mangindar Simbolon yang berkeyakinan melihat komposisi pengurus PODSI Samosir yang terdiri dari pelaku dan pendidik olahraga.
Mangindar selaku mantan pengurus dayung menambahkan, daerahnya memiliki potensi yang paling ideal dengan sarana yang telah tersedia yakni, danau. Tanpa mengenyampingkan olahraga lain. cabor dayung diharapkan mampu menjadi olahraga parawisata daerahnya. "Apalagi Danau Toba merupakan danau terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ke tiga di dunia. Diharapkan kepada pengurus agar bersinergi untuk dapat mengembangkan budaya dan potensi dayung melalui prestasi prestasi baik tingkat nasional dan internasional," urainya. 
Sedangkan Ketua Umum PODSI Kabupaten Samosir Herbin MT Tampubolon S Sos MT mengatakan, untuk menyegerakan kinerja kepengurusannya, PODSI Samosir secepatnya akan menggelar rapat mempersiapkan rencana kegiatan.Selain itu, sebagai langkah pasti, pengurus segera mensosialisasikan olahraga dayung ke sekolah-sekolah di Kabupaten Samosir.
Hadir pada acara pelantikan tersebut, pengurus PODSI Sumut, Sekum Drs Jon Poltak Purba, Drs Pesta Lumban Gaol, Drs R Sijabat, Drs Sejahtera Sebayang MPd serta Ketua KONI Kabupaten Samosir , Dinar Moan Simbolon.
Adapun susunan Pengurus PODSI Kab Samosir Priode 2012 - 2016, antara lain, Ketua Umum Herbin MT Tampubolon S Sos MT, Sekertaris Umum Bresma Simbolon, bendahara Okuinli Simbolon. (anoel)













Sabtu, 14 Juli 2012

Lake Toba Ecotourism Sport

Lake Toba Ecotourism Sport
Pendongkrak Pariwisata yang Mubazir ??


Pelaksanaan kegiatan cabang olahraga dragon boat sangat berpotensi mendatangkan wisatawan asing untuk datang dan berpartisipasi pada kegiatan ini

Lake Toba Ecotourism Sport (LTES) VIII/2012 baru saja usai. Perhelatan tahunan yang menyajikan wisata Danau Toba melalui beberapa cabang olahraga, sebenarnya merupakan langkah jitu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provsu untuk lebih mendongkrak kembali wisata danau yang indah itu ke mancanegara. 

Namun apa kenyataannya? Sejak pertama kali digelar hingga masuk pada 'episode' VIII, penyajiannya masih datar, malah kualitasnya cenderung melorot, apabila dibanding dengan gelaran pertama hingga kegiatan LTES V/2009.

Kegiatan kelima memang cukup semarak, sebab LTES V/2009, dirangkum bersamaan dengan Festival Internasional Pemuda dan Olahraga Bahari (FIPOB). Saat itu Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga menunjuk Provinsi Sumatera Utara sebagai tuan rumah. Pastinya dengan dukungan anggaran APBN yang lumayan ‘wah!’ even ini lebih apik dikemas.

Sayangnya, kemasan olahraga wisata yang cukup banyak  menggelontorkan rupiah itu, tak juga dapat memancing wisatawan untuk datang dan menikmati bersama-sama even tahunan tersebut.   
Entah apa sebenarnya yang terjadi, hingga pemerintah Kabupaten disekitaran danau yang elok itu kurang merespon even yang cukup menjanjikan bagi usaha wisata di daerah itu .Padahal dengan adanya perehelatan ini, 7 kabupaten yang mengelilingi Danau Toba, seperti Kabupaten Karo, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Samosir, berkesempatan secara bersama-sama 'menjual' keelokan danau dengan bersinergi menawarkan budayanya yang cukup beragam.

Tapi pada kenyataannya, saat perhelatan Lake Toba Ecotourism Sport (LTES) VIII/2012 dibuka, kejanggalan tentang kurangnya respon pemerintahan setempat sudah terlihat sejak awal. Plt Gubernur yang dijadwalkan membuka secara resmi kegitan itu, diwakilkan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara. Sementara, Kabupaten Simalungun yang notabene sebagai tuan rumah pembukaan acara tersebut, hanya dihadiri Kepala Dinas Budaya dan Pariwisatawa (Kadisbudpar) Kabupaten Simalungun. 

Untungnya, pada saat penutupan kegiatan di Kabupaten Samosir, kepala daerah yang berkedudukan di Pangururan itu baru saja kembali dari tugas lawatan kerjanya,  dan menyempatkan menutup secara resmi acara tersebut. Sebelumnya bupati ini juga sempat menggelar jamuan makan malam untuk para atlet paragliding serta offisial dan pedayung dari Narathiwat, Thailand Selatan di rumah dinasnya.

Menjamu tamu dengan baik, itu merupakan hal pokok untuk ‘dagangan’ pariwisata, sebab itu kunci utama pariwisata yang dinamakan keramahtamahan. Tapi ramah-tamah saja tidak cukup. Faktor pendukung  yang teramat penting lainnya bagi dunia usaha wisata adalah bagaimana caranya mempertahankan keelokan danau dan lingkungannya, termasuk kebudayaannya. Sebab, pariwisata merupakan ‘barang dagangan’ sekaligus ‘periuk’  bagi seluruh jajaran masyarakat yang berada dilingkup sekitaran Danau Toba. 

Penulis sempat terganggu sekaligus terkesima dengan komentar membangun dari seorang staff Tourism Authority of Thailand, Mr Yusof Sulaiman. Offisial tim Dragon Boat dari Narathiwat, Thailand Selatan ini menyayangkan kondisi air danau yang kini mulai tercemar. 

“Danau Toba sangat elok, tapi aer mulai koto, bila pihak kerajaan (pemerintah Indonesia-red)  tidak sesegera mungkin memulakan untuk perlindungan danau, nanti tourism tak mau lagi datang melancong kemari,” ujarnya dengan Bahasa Melayu. 

Banyak benarnya, masukan dari pejabat pariwisata dari negara tetangga itu. Sudah selayaknya pemerintah setempat sekitaran Danau Toba, mulai mengambil langkah tepat untuk penyelamatan air danau demi kepentingan masyarakat dan pariwisata Danau Toba kedepannya.

Penyedot air dari Danau Toba untuk dipergunakan warga tanpa penayringan ulang
Yusof Sulaiman menyarankan agar pemerintah setempat segera melakukan langkah untuk penyaringan limbah rumahtangga yang ada di sekitar danau sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air bukanlah limbah jahat yang dapat merusak ekosistem.

Sebab, Yusof Sulaiman sempat khawatir, apakah fasilitas air yang digunakan di hotel tempatnya menginap di Pangururan, Ibukota Kabupaten Samosir itu, langsung menggunakan air danau. 
Sudah sepatutnya kegelisahan Yusof Sulaiman menjadi kegelisahan serius masyarakat kita . Bukan tak mungkin susutnya pariwisata yang terjadi belakangan ini, adalah dampak dari kurangnya perhatian kita. Bukan tak mungkin pula, apapun kegiatan untuk mengusung pariwisata Danau Toba, seperti Lake Toba Ecotourism Sport ini akan di cap menjadi kegiatan yang  ‘mubazir' , yang sifatnya hanya menghambur-hamburkan uang negara, dengan tujuan yang ‘abu-abu’. Dan dugaan miring lainnya yang timbul, even ini merupakan  kegiatan yang 'asal ada' semata, demi kepentingan penyelenggaranya. ##


Rabu, 02 Mei 2012

PABBSI Sumut


PABBSI Sumut
Gedung Megah. Peralatan Parah


Pelatih dan para atlet angkat besi dan berat Sumatera Utara yang dipersiapkan untuk  PON XVIII Riau, September  2012  mendatang di Riau. 
"Ada dua keterkejutan saya ketika menginjakkan kaki di Gedung PABSI Sumut ini. Yang satu terkejut karena kagum. Karena gedungnya yang besar dan megah. Menurut saya ini yang terbesar di seluruh Indonesia. Satunya lagi, saya terkejut karena miris melihat kondisi di dalamnya. Peralatannya sudah tua, sudah tak lagi layak pakai," papar Rusli , pria asal Lampung, yang ditunjuk Pengprov Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Sumatera Utara, menjadi pelatih di PABBSI Sumut.
Hal yang paling mendasar untuk menunjang prestasi dan prestise atlet yang dilatihnya telah dilambungkan Rusli secara lisan kepada pengurus PABBSI Sumut, yakni Ketua Harian Azzam Rizal . “Sejak awal saya sudah usulkan agar peralatannya diganti. Seperti batangan besi atau stick yang sudah baling dan tidak layak untuk dipakai lagi. Setidaknya kita harus mengacu pada peralatan yang telah di standartkan oleh International Weightlifting Federation (IWF),” urainya lagi.
Pelatih berpengalaman itu juga menyayangkan, apabila potensi besar yang ada pada atlet angkat besi dan berat Sumatera Utara, seperti  Goncalwes Sirait , Faebolo Dodo Gowasa ,  Teguh, Mustaqin, Rusli dan satu-satunya atlet putri, Mona, tidak dianggap sama sekali. “Sangat disayangkan apabila bakat dan potensi yang Tuhan berikan pada mereka terabaikan begitu saja , hanya gara-gara peralatan yang tidak mendukung. Alangkah cantiknya, kalau mereka bisa didukung dengan peralatan yang layak. Saya optimistis, bila peralatan yang dibutuhkan itu tersedia, mereka pasti mampu berbicara di pentas nasional,” ujar Rusli yakin.
Namun keoptimisan pelatih nasional yang sejak Januari 2012 lalu telah melatih di Gedung PABBSI Sumut itu hingga kini masih belum terjawab. Pasalnya, peralatan tua yang ada di gedung itu sejak 2004 silam , belum diganti dan masih saja digunakan. Malah, kesangsian yang sejak awal dirasakannya telah pula mendera atletnya, yakni cidera.
Ya, cidera kini telah dialami oleh atlet prioritas KONI Sumut yang diprediksi bakal meraup medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau, September mendatang, yaitu atlet angkat berat, Faebolo Dodo Gowasa dan Goncalwes Sirait. Kedua atlet prioritas Koni Sumut itu cedera, kemungkinan besar karena menggunakan peralatan tua yang tidak lagi layak pakai milik Pengprov PABBSI Sumut tersebut.
Cedera yang dialami Faebolo Dodo Gowasa, dirasakan Rusli sangat mengkhawatirkan. Pemecah rekor dunia pada perhelatan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2011 silam, mengalami cedera otot yang cukup serius di selangkangannya. Pastinya, cederanya tersebut dapat mempengaruhi persiapan PON XVIII yang tak kurang dari 130 hari lagi bakal di helat.
“Saya telah melaporkan perihal cedera saya pada pengurus. Tapi saya hanya diarahkan agar bertemu dengan masseur KONI Sumut untuk diperiksa. Saya tidak langsung menemui masseur itu. Yang saya temui pengurus Koni Sumut, Pak Prof Agung. Beliau cukup terkejut mengetahui kondisi yang saya alami. Dia meminta saya agar menemui pakar yang mengetahui tentang cedera saya. Makanya saya tak tau lagi mau berbuat apa,” bilang Faebolo, saat ditemui , Selasa (1/5) Di gedung PABBSI Sumut.
Selain Faebolo Dodo Gowasa, atlet angkat berat proyeksi medali bagi kontingen Sumut lainnya, Goncalwes Sirait saat ini juga mengalami cedera ringan di seputar tulang ekornya. Kedua atlet binaan KONI Medan yang diharapkan akan mendulang medali kehormatan bagi Provinsi Sumatera Utara itu, merupakan ‘korban’ ketidaklayakan alat yang saat ini masih digunakan PABBSI Sumut. “Tak usahlah muluk-muluk untuk try out ke luar negeri. Dipenuhi saja peralatan yang memadai disini , mereka (atlet) sudah cukup senang. Kalau tidak juga diganti, saya khawatir akan bertambah lagi atlet yang bakal cedera, “ pungkas Rusli .(Noel)    

      

  

Sabtu, 17 Maret 2012

Goncalwes dan Daud Gowasa : Optimistis Emas !


 "Mereka ini sangat berpotensi dan memiliki talenta yang luar biasa. Hanya saja program latihan yang mereka laksanakan selama ini, kelemahannya di angkatan bench press," urai Rusli, pelatih angkat besi Sumatera Utara.
Rusli menilai, dua atlit angkat berat asal Kota Medan , Faebolo Dodo Gowasa dan Goncalwes Sirait yang meraih prestasi di TOP LIFTER/Test Event PON,di Pekanbaru Riau, 23-27 Februari lalu, meski memperoleh hasil yang cukup membanggakan, pelatih itu merasakan, kalau 'kekuatan' keduanya masih belum dikeluarkan maksimal.
Seperti halnya, Faebolo Dodo Gowasa, atlit angkat berat Kota Medan yang berhasil memecahkan rekor dunia pada PORKOT Medan 2011 lalu, yang saat ini naik kelas, dari kelas 59 kg ke 66 kg, meraih medali perak dengan angkatan total 690 kg di Tes Event PON tersebut , meliputi angkatan squat,bench press dan dead lift.  Faebolo Dodo Gowasa kalah bersaing dengan atlit Lampung, Viky Aryanto yang memiliki nilai total angkatan 755 kg.
"Mungkin saya belum beruntung. Saya gagal saat mengangkat angkatan squat 317 kg. Saya juga tak maksimal diangkatan bench press," ujar Faebolo Dodo, yang akrab dipanggil, Daud Gowasa.
Sedangkan Goncalwes Sirait, yang turun di kelas 120 kg, memperoleh medali emas di gelaran yang sama. Namun, atlit angkat berat yang berhasil mempertahankan pencapaian prestasi pada pra PON, November 2011 silam, masih belum puas. "Sama dengan Daud, saya juga lemah di angkatan bench press. Tapi, kami akan terus berupaya utuk meningkatkan latihan pada angkatan itu," tukas Goncalwes.
Karenanya. Rusli,mantan pelatih angkat berat Provinsi Lampung, yang sejak Januari lalu telah ditunjuk Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Besi Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Sumatera Utara, untuk melatih angkat besi, bersedia memberi masukan kepada kedua atlit angkat berat binaan KONI Medan tersebut.
"Masih sangat-sangat bisa bagi keduanya untuk membenahi angkatan bench press mereka. Apalagi alat peraga di ruang fitness KONI Medan sudah sangat layak dan mendukung untuk itu. Mungkin selama ini tak ada yang mengarahkan keduanya, tentang kelemahan mereka pada otot lengan untuk angkatan bench press,” ujar Rusli.
Meskipun Rusli ditunjuk oleh PABBSI Sumut untuk melatih angkat besi, namun arahan dari pelatih tersebut sangat dibutuhkan Daud dan Goncalwes. "Tinggal mengintensifkan latihan dan lebih sering dilakukan sparing. Saya berani menggaransi, kalau target medali emas pada PON Riau nanti, akan diperoleh keduanya," pungkas Rusli yakin. (nul)

Kamis, 16 Februari 2012

Dispora dan Komisi C DPRD Labura

Add caption

Konsultasi dan Koordinasi ke Disporasu

Medan-Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura)  bersama Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Labura mengadakan pertemuan konsultasi & koordinasi dengan Dinas pemuda dan Olahraga Sumatera Utara , yang diterima langsung oleh Kadisporasu Ristanto SH SPn diruang kerjanya, Kamis (16/2).
Pertemuan yang bersifat silaturrahmi itu berbagi pengalaman dengan membahas sistem manajemen dalam mengelola anggaran.
Dalam arahannya, Kadisporasu Ristanto SH SPn mengatakan, bahwa pertemuan ini penting dan strategis karena membahas penyelenggaraan administrasi tata kelola pemerintahan yang baik demi peningkatan kualitas bina pemuda dan keolahragaan di daerah.
Kadisporasu yang didampingi Kabid Bina Olahraga Drs Darwis Siregar dan Kabid Bina Pemuda M Thohir SPd, ikut memberi keterangan pada bidang masing-masing.
Pada pemaparan konsultasi & koordinasi tersebut, 10  anggota DPRD Labura dari Komisi C serta Kadispora Labura, Hery Wahyudi Marpaung STTP MAP, mengaku cukup puas dengan hasil pertemuan tersebut. Nul

Selasa, 25 Oktober 2011

Pengurus Cabang PODSI Medan Dilantik

Para Pengurus Cabang PODSI Kota Medan bersama Kadispora Medan Hanas Hasibuan dan Ketum Pengrop PODSI Sumut, DR Januari Siregar SH M Hum, usai pelantikan di Dermaga Sundari Belawan, belum lama ini. (ariyanul) 

Ajang Pekan Olahraga Kota (PORKOT)MedanIII/2011 menjadi momen spesial bagi Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Medan - priode 2011- 2015, Kamis (20/10). 
Bagaimana tidak,persis sebelum pada gelaran lomba dayung pada perhelatan PORKOT Medan III itu, para pengurus Pengcab PODSI Medan terlebih dulu dilantik oleh Ketua Umum Pengprop PODSI Sumatera Utara, DR Januari Siregar SH M Hum, di Dermaga Sundari, Belawan.
Pada sambutannya, Ketua Umum PODSI Sumatera Utara DR Januari Siregar SH MHum menyampaikan, bahwasanya olahraga dayung merupakan cabor prestasi yang kompetitif dengan saling bekerjasama. "Olahraga dayung mempunyai aturan-aturan yang harus dijalankan.Didalam pelaksanaannya ada rasa sportif dan semangat juang yang tinggi. Karenanya, sudah beberapa kali di even internasional Indonesia meraih prestasi," kata Januari.
Januari berharap kepada para pengurus yang baru dilantik, agar serta merta selalu bekerjasama untuk membangun prestasi dan kepada pedayung, agar sungguh-sungguh berlatih.
Sebelumnya, pada kesempatan tersebut Kadispora Medan, Hanas Hasibuan, menyampaikan amanat Walikota Medan. “Olahraga dayung merupakan olahraga ketangkasan dan ketahanan yang memerlukan kerja keras dan kerjasama. Kita sama berharap, melalui olahraga ini kita dapat kembali membuat bangga bangsa dengan mengibarkan merah putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di mancanegara,” ujarnya.
Kadispora Medan ini juga menyatakan pihaknya siap bekerjasama untuk turut serta memajukan cabang olahraga dayung di Kota Medan.
Sama harapannya, Patar Panjaitan, Ketua Koni Kecamatan Medan Belawan yang mewakili KONI Kota Medan,juga menyatakan pihak KONI Medan siap bekerjasama untuk memajukan olahraga dayung. “Kami berharap pemerintah untuk selalu mendukung kinerja Pengcab PODSI Medan dengan memperhatikan dan membantu sarana prasarana cabang olahraga yang ada,” ungkapnya.
Adapun pengurus Pencab PODSI Medan yang dilantik antara lain, Restu Utama Pencawan SH Spd - Ketua Umum PODSI Medan.  Kapten (L)  Nelson Ginting ST SH, Ketua Harian, Sekretaris : Jumianto SPd. Bendahara : Fitrizal. Wakil Bendahara, Nurfatlah Batubara AMd. (Ariyanul)